Cara Membuat Label Packaging Skincare Sesuai Standar Indonesia

Cara Membuat Label Packaging

Label pada packaging skincare bukan sekadar elemen untuk mempercantik tampilan produk. Label berfungsi memberikan informasi penting kepada konsumen sekaligus menjadi bagian dari kepatuhan produk kosmetik terhadap ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Bagi pemilik brand skincare, membuat desain label yang menarik memang penting. Namun, desain tersebut juga harus memuat informasi yang benar, mudah dibaca, dan sesuai dengan data produk yang telah dinotifikasi. Kesalahan kecil seperti nomor notifikasi yang tidak sesuai, informasi komposisi yang berbeda, atau keterangan produk yang kurang lengkap dapat menimbulkan masalah dalam proses pemasaran dan pengawasan produk.

Saat ini, ketentuan mengenai penandaan, promosi, dan iklan kosmetik diatur antara lain melalui Peraturan BPOM Nomor 18 Tahun 2024 tentang Penandaan, Promosi, dan Iklan Kosmetik. Peraturan tersebut berstatus berlaku dan mencabut ketentuan sebelumnya mengenai persyaratan teknis penandaan kosmetika.

Lalu, bagaimana cara membuat label packaging skincare yang sesuai standar Indonesia? Berikut panduan yang perlu diperhatikan.

1. Pahami Informasi yang Wajib Ada pada Label Skincare

Langkah pertama adalah mengetahui informasi apa saja yang harus dicantumkan. Berdasarkan informasi resmi Badan POM, terdapat 12 informasi penting dalam penandaan kosmetik, yaitu nama kosmetik, nomor bets, netto, negara produsen, nama dan alamat lengkap pemilik notifikasi, nomor notifikasi, tanggal kedaluwarsa, komposisi, kegunaan, cara penggunaan, peringatan atau perhatian jika dipersyaratkan, serta 2D barcode.

Informasi tersebut perlu disiapkan sejak awal sebelum desain packaging dibuat.

Jangan sampai desain sudah selesai dicetak tetapi ternyata ada informasi yang belum tersedia atau perlu diubah. Hal ini dapat menyebabkan proses produksi packaging harus diulang.

2. Cantumkan Nama Produk Sesuai Data Notifikasi

Nama produk merupakan salah satu informasi utama pada packaging skincare. Nama yang dicantumkan pada label sebaiknya sesuai dengan nama yang tercatat pada data notifikasi kosmetik.

Misalnya, apabila produk dinotifikasi dengan nama “Brightening Serum”, jangan kemudian mencetak nama berbeda pada packaging tanpa memastikan kesesuaiannya.

Konsistensi nama penting karena label merupakan salah satu bagian yang digunakan konsumen dan pihak pengawas untuk mengidentifikasi produk.

Selain nama produk, brand juga dapat menampilkan elemen visual seperti logo, tagline, atau klaim pemasaran selama penggunaannya tetap sesuai dengan ketentuan kosmetik yang berlaku.

3. Tulis Netto dengan Jelas

Informasi netto menunjukkan jumlah isi produk yang terdapat di dalam kemasan. Contohnya:

  • Netto 30 mL
  • Netto 50 mL
  • Netto 100 mL

Penulisan netto perlu menggunakan satuan yang sesuai. Badan POM menjelaskan bahwa netto dapat ditulis menggunakan satuan sistem metrik atau satuan imperial yang disertai satuan metrik.

Ukuran tulisan untuk informasi netto juga perlu diperhatikan. FAQ resmi Badan POM mencantumkan ketentuan tinggi minimum huruf dan angka netto berdasarkan ukuran produk, mulai dari 2 mm untuk netto 5–50 gram atau mL hingga 6 mm untuk produk dengan netto lebih dari 1.000 gram atau mL.

Karena itu, jangan membuat tulisan netto terlalu kecil hanya demi mempertahankan desain minimalis.

4. Cantumkan Nomor Notifikasi Kosmetik

Nomor notifikasi merupakan informasi penting yang harus tersedia pada label kosmetik.

Nomor ini perlu dicantumkan secara jelas, mudah dibaca, dan tidak mudah luntur pada bagian luar kosmetik yang mudah dilihat.

Dalam proses desain packaging, sebaiknya sediakan area khusus untuk nomor notifikasi. Jangan meletakkannya di area yang terlalu kecil, tertutup lipatan, atau sulit terlihat.

Untuk produk skincare yang dipasarkan secara profesional, informasi nomor notifikasi juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen karena menunjukkan bahwa produk memiliki identitas regulasi yang jelas.

5. Masukkan Nomor Batch atau Kode Produksi

Nomor batch atau kode produksi digunakan untuk membantu identifikasi produksi suatu produk.

Menurut informasi Badan POM, nomor bets atau kode produksi harus dicantumkan pada kemasan primer dan sekunder secara jelas serta mudah dibaca. Pencetakannya juga perlu menggunakan tinta khusus yang tidak mudah terhapus atau menggunakan metode cetak tekan seperti emboss.

Karena nomor batch dapat berubah pada setiap produksi, pemilik brand perlu mempertimbangkan area khusus pada desain packaging untuk pencetakan kode produksi.

Contohnya dapat dibuat dalam format:

Batch No: XXXXX

Area tersebut sebaiknya tidak menggunakan finishing yang menyulitkan pencetakan kode.

6. Cantumkan Tanggal Kedaluwarsa

Tanggal kedaluwarsa atau expiry date merupakan informasi penting lainnya.

Penulisannya dapat menggunakan format tanggal, bulan, dan tahun atau bulan dan tahun. Informasi tersebut dapat diawali dengan keterangan seperti “Tanggal Kedaluwarsa”, “Baik Digunakan Sebelum”, atau istilah bahasa Inggris yang lazim digunakan sesuai konteks.

Contohnya:

EXP 12/2028

atau

Baik digunakan sebelum 12/2028

Pastikan informasi tersebut mudah dibaca dan tidak ditempatkan pada area yang mudah terhapus.

7. Tampilkan Komposisi Produk dengan Benar

Bagian ingredients atau komposisi menjadi salah satu elemen penting pada label skincare.

Komposisi yang dicetak harus sesuai dengan formula yang tercantum dalam data notifikasi kosmetik. Badan POM juga menjelaskan bahwa nama bahan kosmetik perlu menggunakan nama International Nomenclature of Cosmetic Ingredients atau INCI, kecuali terdapat kondisi tertentu untuk bahan yang belum memiliki nama INCI.

Karena itu, jangan mengubah daftar ingredients hanya untuk membuat label terlihat lebih sederhana.

Jika formula produk mengalami perubahan, pemilik brand perlu memastikan perubahan tersebut sesuai dengan ketentuan regulasi dan data notifikasi sebelum mencetak packaging baru.

Baca Juga: Pentingnya User Experience dalam Desain Packaging

8. Tuliskan Manfaat dan Cara Penggunaan

Label skincare juga harus memberikan informasi mengenai kegunaan atau manfaat produk serta cara penggunaannya.

Contohnya:

Kegunaan:
Membantu menjaga kelembapan kulit dan membuat kulit terasa lebih lembut.

Cara penggunaan:
Aplikasikan secukupnya pada wajah yang telah dibersihkan. Gunakan secara merata dan pijat lembut hingga produk menyerap.

Informasi kegunaan dan cara penggunaan perlu menggunakan bahasa yang mudah dipahami konsumen. Materi klaim kosmetik juga perlu diperhatikan agar tidak memberikan kesan seolah-olah produk memiliki fungsi sebagai obat atau memberikan klaim yang tidak sesuai ketentuan. Persyaratan teknis klaim kosmetika diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 3 Tahun 2022.

9. Cantumkan Peringatan Jika Diperlukan

Tidak semua produk skincare membutuhkan peringatan yang sama. Informasi peringatan perlu disesuaikan dengan karakteristik produk dan persyaratan yang berlaku.

Contohnya, produk tertentu dapat membutuhkan keterangan penggunaan, perhatian terhadap area tertentu, atau anjuran penyimpanan.

Jangan menghilangkan informasi peringatan hanya karena ingin membuat packaging terlihat lebih bersih. Keselamatan dan kejelasan informasi konsumen harus menjadi prioritas.

10. Cantumkan Nama dan Alamat Pemilik Notifikasi

Nama dan alamat lengkap pemilik notifikasi juga harus diperhatikan.

Badan POM menjelaskan bahwa nama dan alamat pemilik nomor notifikasi wajib dicantumkan secara lengkap. Untuk kosmetik kontrak, pencantuman dapat mengikuti ketentuan khusus mengenai hubungan antara pihak pemilik produk dan pihak yang memproduksi.

Karena itu, sebelum packaging dicetak dalam jumlah besar, pastikan nama perusahaan dan alamat sudah benar.

Kesalahan penulisan nama perusahaan atau alamat dapat membuat packaging harus dicetak ulang.

11. Sisakan Ruang untuk 2D Barcode

Perkembangan sistem pengawasan kosmetik juga membuat 2D barcode menjadi bagian dari informasi penandaan kosmetik.

Badan POM mencantumkan 2D barcode sebagai salah satu dari 12 informasi dalam penandaan kosmetik.

Karena itu, sejak tahap desain sebaiknya sudah disiapkan area yang cukup untuk informasi tersebut. Jangan memenuhi seluruh permukaan packaging dengan elemen dekoratif sehingga tidak tersedia ruang untuk informasi regulasi.

12. Bedakan Informasi pada Kemasan Primer dan Sekunder

Skincare biasanya menggunakan dua jenis kemasan, yaitu kemasan primer dan kemasan sekunder.

Kemasan primer merupakan kemasan yang bersentuhan langsung dengan produk, seperti botol serum, jar cream, tube, atau pump bottle. Sementara itu, kemasan sekunder dapat berupa dus atau box skincare.

Apabila produk memiliki kemasan primer dan sekunder, Badan POM menjelaskan bahwa kemasan primer setidaknya mencantumkan nama kosmetik, nomor bets, serta ukuran atau isi/berat bersih. Informasi lengkap perlu dicantumkan pada kemasan sekunder.

Hal ini penting ketika membuat desain custom packaging skincare. Jangan hanya memikirkan tampilan dus, tetapi pastikan kemasan primer juga memiliki area yang sesuai untuk informasi wajib.

13. Pilih Material Packaging yang Mendukung Kualitas Label

Setelah informasi label siap, tahap berikutnya adalah memilih material packaging.

Untuk skincare, pilihan dapat disesuaikan dengan karakter produk dan positioning brand. Misalnya, botol PET, botol kaca, tube, jar, pump bottle, atau berbagai jenis kemasan lainnya.

Selain bentuk, perhatikan juga teknik pencetakan dan finishing. Label harus tetap mudah dibaca, tidak mudah terkelupas, dan mampu mempertahankan kualitas visual selama produk digunakan.

Desain yang bagus bukan hanya terlihat menarik ketika baru keluar dari pabrik, tetapi juga tetap terlihat profesional ketika berada di tangan konsumen.

14. Lakukan Proofing Sebelum Produksi Massal

Kesalahan paling mahal biasanya terjadi ketika desain langsung dicetak dalam jumlah besar tanpa pemeriksaan akhir.

Sebelum produksi, lakukan proofing dan cek satu per satu:

  • Nama produk.
  • Netto.
  • Ingredients.
  • Nomor notifikasi.
  • Nomor batch.
  • Expired date.
  • Nama dan alamat pemilik notifikasi.
  • Negara produsen.
  • Kegunaan.
  • Cara penggunaan.
  • Peringatan jika diperlukan.
  • 2D barcode.
  • Ukuran dan keterbacaan tulisan.
  • Posisi seluruh informasi pada packaging.

Pastikan seluruh data sesuai dengan dokumen produk dan informasi notifikasi.

Perhatikan Ketentuan Halal untuk Produk Kosmetik

Selain aturan penandaan kosmetik, pemilik brand skincare juga perlu memperhatikan perkembangan kewajiban sertifikasi halal.

BPJPH menyatakan bahwa produk kosmetik termasuk kategori yang akan memasuki tahap kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026, dengan pelaksanaan setelah 17 Oktober 2026.

Karena itu, brand skincare sebaiknya mulai mempersiapkan aspek sertifikasi halal dan penggunaannya pada komunikasi serta packaging produk sesuai status sertifikasi yang dimiliki.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Label Skincare

Ada beberapa kesalahan yang cukup sering dilakukan oleh pemilik brand baru.

Pertama, terlalu fokus pada desain tetapi melupakan informasi wajib. Kedua, menggunakan ukuran tulisan yang terlalu kecil. Ketiga, mencetak ingredients yang tidak sesuai dengan formula. Keempat, lupa menyediakan area untuk batch dan expiry date. Kelima, mencantumkan klaim berlebihan yang tidak sesuai dengan karakteristik kosmetik.

Kesalahan lain adalah melakukan perubahan desain tanpa mengecek kembali kesesuaiannya dengan data produk yang telah dinotifikasi.

Karena itu, proses desain sebaiknya melibatkan tim yang memahami kebutuhan packaging dan regulasi kosmetik.

Custom Packaging Skincare untuk Brand Anda

cta custom packaging skincare nexapack

Membuat label packaging skincare sesuai standar Indonesia membutuhkan kombinasi antara desain yang menarik, informasi yang lengkap, material yang tepat, dan proses produksi yang rapi.

Jika Anda sedang mengembangkan brand skincare dan membutuhkan custom packaging skincare, Nexapack dapat menjadi pilihan untuk membantu menyiapkan kebutuhan packaging produk Anda.

Mulai dari botol skincare, botol serum, botol toner, dus box skincare, hingga kebutuhan packaging custom lainnya dapat disesuaikan dengan konsep dan identitas brand. Dengan packaging yang dirancang secara tepat, produk tidak hanya terlihat lebih profesional, tetapi juga memiliki ruang yang memadai untuk menampilkan informasi penting pada label.

Saatnya buat packaging skincare yang sesuai dengan karakter brand Anda. Konsultasikan kebutuhan custom packaging skincare Anda bersama tim sales Nexapack dan siapkan kemasan yang menarik, informatif, serta siap mendukung perkembangan brand di pasar Indonesia.

Dibuat oleh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Baca Artikel Lainnya